www.kertasnasi.com

DISTRIBUTOR KERTAS NASI KFC/McD TERPERCAYA DI-INDONESIA

Jl. Taruna Jaya RT 03/13 No. 104 Ke. Cibubur Kec. Ciracas Jakarta Timur 13720
email : kertasnasi9@gmail.com

Sejarah Methanol

Dalam proses pengawetan mayat, orang Mesir kuno menggunakan berbagai macam campuran, termasuk di dalamnya metanol, yang mereka peroleh dari pirolisis kayu. Methanol murni, pertama kali berhasil diisolasi tahun 1661 oleh Robert Boyle, yang menamakannya spirit of box, karena ia menghasilkannya melalui distilasi kotak kayu. Nama itu kemudian lebih dikenal sebagai pyroxylic spirit (spiritus). Pada tahun 1834, ahli kimia Perancis Jean-Baptiste Dumas dan Eugene Peligot menentukan komposisi kimianya. Mereka juga memperkenalkan nama methylene untuk kimia organik, yang diambil dari bahasa Yunani methy = “anggur”) + hyle = kayu (bagian dari pohon). Kata itu semula dimaksudkan untuk menyatakan “alkohol dari (bahan) kayu”, tetapi mereka melakukan kesalahan.
Kata methyl pada tahun 1840 diambil dari methylene, dan kemudian digunakan untuk mendeskripsikan “metil alkohol”. Nama ini kemudian disingkat menjadi “methanol” tahun 1892 oleh International Conference on Chemical Nomenclature. Suffiks [-yl] (indonesia {il}) yang digunakan dalam kimia organik untuk membentuk nama radikal-radikal, diambil dari kata “methyl”.
Pada tahun 1923, ahli kimia Jerman, Matthias Pier, yang bekerja untuk BASF mengembangkan cara mengubah gas sintesis (syngas / campuran dari karbon dioksida and hidrogen) menjadi metanol. Proses ini menggunakan katalis zinc chromate (seng kromat), dan memerlukan kondisi ekstrem tekanan sekitar 30–100 MPa (300–1000 atm), dan temperatur sekitar 400 °C. Produksi metanol modern lebih effisien dengan menggunakan katalis tembaga yang mampu beroperasi pada tekanan relatif lebih rendah.



PRODUK-PRODUK LAIN       PRODUK-PRODUK LAIN       PRODUK-PRODUK LAIN


Rekomendasikan Produk Kami Ke Sahabat atau Kerabat Anda, Terima Kasih.

Join Kertasnasi.com Fans Page